
Perencanaan dan langkah yang jelas diperlukan dalam setiap aktifitas dan kegiatan, termasuk pula dalam mengajar dan bekerja. Apalagi MAN 1 Surakarta mencanangkan untuk menjadi RSBI / RMBI ( Rintisan Madrasah Berbasis Internasional ), tentu memerlukan perencaanaan dan langkah yang jelas. Hal ini disadari oleh Pimpinan, Guru dan Karyawan MAN 1 Surakarta, sehingga diadakanlah workshop peningkatan mutu Guru dan Karyawan.Kegiatan ini diadakan mulai tanggal 17 Juli 2010 sampai 19 Juli 2010 di Tawangmangu. Seluruh jajaran Guru, Karyawan dan Dewan Asatidz dari MAN 1 Surakarta ( termasuk dari MAPK, Boarding School dan Workshop Keterampilan ), mengikuti kegiatan ini.
Setidaknya ada hal-hal yang tidak seperti biasanya ( dalam workshop peningkatan Mutu Guru dan Karyawan ), yang tidak hanya persiapan mengajar ( membuat RPP, Silabus, Modul ), namun juga menyentuh aspek peningkatan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pembekalan Guru dengan Teori Multiple Intelegence ( Kecerdasan Ganda ).
Howard Gardner memandang bahwa setiap manusia sebenarnya tidak ada yang bodoh. Setiap manusia punya tipe kecerdasan yang berbeda-beda yang tidak hanya diukur dari IQ saja, sehingga dibuatlah teori ini. Hal ini menjelaskan, mengapa ada siswa tertentu yang tidak bisa diam saat dikelas, ada pula yang sangat teliti dalam masalah angka / logika. Namun juga ada yang memiliki ketenangan dan penguasaan emosi yang baik, ada yang sensitif dengan bunyi dan suara dan sebagainya. Ke 9 tipe kecerdasan tersebut adalah. Yaitu Verbal - Linguistic Intelegences ( cerdas bahasa lisan ), Mathematical - Logical Intelegences ( cerdas logika ), Musical Intelegences ( cerdas musik dan suara ), Visual - Spatial Intelegences ( cerdas visual, fotografis ), Bodily - Kinesthetic Intelegences ( cerdas olah raga ), Interpersonal Intelegences ( cerdas sosial ), Intrapersonal Intelegences ( cerdas diri ), Natural Intelegences ( cerdas alamiah ) dan Spiritual Intelegences ( cerdas spiritual ). Dengan pembekalan ini, Ibu / Bapak Guru tertantang untuk membuat model pembelajaran yang bisa mengoptimalkan cara belajar siswa sebagai akibat alami dari tipe kecerdasan yang berbeda. Sebagai contoh, mengajarkan matematika dengan model story telling, ekperimen, simulasi dan pembuatan rumus-rumus dengan warna dan bunyi tertentu. Sehingga kegiatan belajar tidak hanya menggunakan telinga saja, tetapi juga menggunakan ke 5 indera ( telinga, mata, kulit, lidah, hidung ). Materi ini disampaikan oleh Fitriana Aenun, M. Ed, dari Kementrian Agama RI Pusat.
Pembekalan berikutnya adalah Penggunaan Teknologi Informasi ( khususnya penggunaan Ms Power Point ), dalam pembelajaran di kelas. Materi ini disampaikan oleh Tim Puskom Universitas Sebelas Maret, Surakarta ( Puskom UNS ). Dalam kursus singkat ini, Bapak / Ibu Guru dilatih membuat media pembelajaran dengan menggunakan Ms. Power Point, sehingga media proses belajar mengajar menjadi variatif dan atraktif. Pembekalan ini tidak hanya untuk Guru TIK sana, namun juga untuk guru selain TIK.
Ada hal yang tidak biasa pula, yaitu kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama RI Jawa Tengah, serta diikuti oleh 2 Madrasah Aliyah yaitu MAN Klaten dan MAN Sukoharjo. Sehingga 300 an Guru dan karyawan dari ketiga MAN tersebut menyimak pidato beliau dan mengikuti kegiatan ini.
Tak lupa pula, pembuatan RPP dan Silabus yang memenuhi standar Internasional ( Perpaduan Kurikulum Cambridge dan Lokal ) untuk mata pelajaran MIPA. Yang juga dipandu dan didampingi oleh Pakar Pendidikan yang Berkompeten dalam Bidangnya dari Universitas Gajahmada ( UGM), Universitas Sebelas Maret ( UNS ) dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta ( UIN ).
Salam dari kami, segenap Guru dan Karyawan MAN 1 Surakarta. Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Oleh Saran Buat Admin MAN 1 Surakarta di Jul 29, 2010 | Kirim kembali
Oya salam Buat Ust. Sukemi, Bimo, Mudzir dan lain2…………kapan kapan saya mau silaturahim ke MAPK SOLO